REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek pembangunan di daerah, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar melalui Bidang Bina Jasa Konstruksi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Konstruksi dengan tema “Segitiga Kerjasama dalam Pelaksanaan Konstruksi Ditinjau dari Manajemen Konstruksi.”
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Maret 2026, ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas PUPRP Kabupaten Banjar H. Gusti Abubakar di Aula Mandiri Lantai III Dinas PUPRP Kabupaten Banjar. Bimtek tersebut diikuti oleh berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lingkungan pemerintah daerah, mulai dari perwakilan SKPD pelaksana proyek hingga para kontraktor dan konsultan konstruksi.
Sekretaris Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, H. Gusti Abubakar, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi. Hal ini penting mengingat pembangunan infrastruktur yang berkualitas sangat bergantung pada kompetensi serta pemahaman para pelaku konstruksi terhadap manajemen proyek yang baik.
“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta dapat memahami secara komprehensif peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Dengan begitu, koordinasi antara pengguna jasa, penyedia jasa, dan konsultan pengawas dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya pada Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan sebuah proyek konstruksi tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan anggaran, tetapi juga oleh sinergi antara berbagai pihak yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap konsep segitiga kerjasama konstruksi menjadi hal yang sangat penting agar setiap proses pekerjaan berjalan sesuai standar, tepat waktu, dan menghasilkan kualitas bangunan yang optimal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan materi dari Hasan Husaini, narasumber dari Fakultas Teknik sekaligus Tenaga Ahli Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan. Ia memaparkan berbagai aspek penting dalam manajemen konstruksi, termasuk prinsip-prinsip dasar pengelolaan proyek, pengendalian mutu pekerjaan, serta mekanisme pengawasan konstruksi yang efektif.
Hasan Husaini menjelaskan bahwa konsep segitiga kerjasama dalam konstruksi merupakan fondasi utama dalam keberhasilan proyek pembangunan. Segitiga tersebut terdiri dari pengguna jasa (owner), penyedia jasa (kontraktor), dan konsultan pengawas yang harus bekerja secara profesional dan saling mendukung.
Menurutnya, apabila ketiga unsur tersebut menjalankan perannya secara optimal, maka potensi permasalahan seperti keterlambatan proyek, ketidaksesuaian spesifikasi, hingga pemborosan anggaran dapat diminimalkan.
“Manajemen konstruksi yang baik akan memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan efektif, efisien, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, koordinasi yang kuat antar pihak menjadi kunci utama keberhasilan sebuah proyek,” jelasnya.
Kegiatan Bimtek ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi Raden Rara Dian Parwatisari, Kepala Seksi Pengawasan Nurul Hidayati, perwakilan SKPD pelaksana pekerjaan konstruksi, serta para kontraktor dan konsultan konstruksi yang beroperasi di wilayah Kabupaten Banjar.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait berbagai tantangan yang kerap dihadapi dalam pelaksanaan proyek konstruksi di lapangan. Diskusi tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap penerapan manajemen konstruksi yang baik.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap kualitas pelaksanaan proyek pembangunan di daerah dapat terus meningkat. Dengan sumber daya manusia yang lebih kompeten serta koordinasi yang semakin solid antar pihak terkait, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Banjar diharapkan dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.



