REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru mengungkap kronologi penemuan jasad seorang pria di dalam ruko barbershop di Jalan Sukamara, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Rabu (4/3/26) petang.
Korban diketahui merupakan karyawan barbershop yang bernama Nuansa Baber dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi mengungkap, korban berinisial AR (32), warga Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Peristiwa bermula ketika seorang rekan kerja korban datang ke lokasi sekitar pukul 14.00 Wita. Dimana saat itu, saksi melihat kondisi toko dalam keadaan berantakan.
“Kronologi kejadian bermula ketika saksi 2 yakni rekan kerja korban datang di TKP sekira jam 14.00 Wita dan melihat kondisi toko dalam keadaan berantakan,” ujarnya, Jumat (6/3/26).
Saksi sempat masuk ke dalam toko, namun tidak sampai ke bagian belakang sehingga tidak menemukan korban.
Ia kemudian keluar dan melaporkan kondisi tersebut kepada pemilik toko.
Pemilik toko selanjutnya meminta saksi kembali ke lokasi untuk memeriksa seluruh bagian ruangan dan korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tergeletak.
“Saksi 2 kemudian kembali ke tomo sekitar jam 14.53 Wita dan melihat korban sudah tergeletak di atas kursi di bagian ruangan belakang tanpa mengenakan busana,” jelasnya.
Setelah laporan diterima, petugas Identifikasi Inafis Polres Banjarbaru langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan tertelungkup di atas kursi sofa hitam di depan ruang kamar mandi.
Posisi kedua tangan korban terlipat ke arah dada, sementara kedua kaki tertekuk di lantai, selain itu disekitar lokasi juga sejumlah barang di dalam toko terlihat dalam keadaan berantakan.
“Setelah dilakukan evakuasi terlihat pada bagian kepala Korban terdapat luka, pada bagian dahi terlihat ada goresan luka memanjang dan mengeluarkan darah, pada bagian hidung tampak seperti patah dan mata kanan terlihat bengkak memerah,” jelasnya.
Di lokasi kejadian, petugas juga tidak menemukan dompet maupun identitas milik korban.
Namun, sebuah telepon genggam milik korban ditemukan tersimpan di dalam lemari kaca, serta di bagian atas toko terdapat satu unit kamera CCTV.
Guna memastikan penyebab kematian korban, jasad AR kemudian dievakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan autopsi.
“Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut,” tutupnya.



