REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Upaya mendorong partisipasi anak dalam pembangunan daerah terus diperkuat. Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi Forum Anak Daerah Kabupaten Banjar pada Minggu (1/3/2026), sebagai langkah strategis memperkuat sinergi, peran, dan kapasitas anak dalam menyuarakan hak-haknya.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan partisipatif ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Merilu Ripner. Hadir dalam forum tersebut anggota Forum Anak Daerah (FAD), para fasilitator, serta alumni Forum Anak Kabupaten Banjar yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi anak tersebut.
Forum Anak: Pelopor dan Pelapor
Dalam sambutannya, Merilu Ripner menegaskan bahwa Forum Anak memiliki peran strategis sebagai pelopor dan pelapor (2P). Sebagai pelopor, anak-anak didorong menjadi agen perubahan yang mampu menginisiasi kegiatan positif di lingkungan masing-masing. Sebagai pelapor, mereka berperan menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan persoalan anak kepada pemerintah daerah.
“Forum Anak bukan hanya wadah berkumpul, tetapi ruang belajar, bertumbuh, dan berkontribusi. Melalui rapat koordinasi ini, kita memperkuat komitmen bersama agar anak-anak Kabupaten Banjar semakin berani bersuara, berprestasi, dan terlibat aktif dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Forum Anak menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), karena partisipasi anak adalah hak yang dijamin dalam kebijakan perlindungan anak di tingkat nasional maupun daerah.
Ruang Konsolidasi dan Regenerasi
Rapat koordinasi ini tidak hanya membahas program kerja, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi lintas generasi. Dalam sesi berbagi (sharing session), anggota FAD aktif menyampaikan pengalaman mereka selama terlibat dalam kegiatan advokasi, kampanye anti perundungan, edukasi hak anak, hingga partisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Mereka juga mengungkapkan berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan waktu karena kewajiban sekolah, hingga perlunya peningkatan kapasitas komunikasi dan advokasi agar aspirasi anak lebih efektif tersampaikan.
Di sisi lain, para alumni Forum Anak memberikan perspektif berbeda. Mereka berbagi kisah perjalanan setelah aktif di Forum Anak mulai dari pengalaman organisasi yang membentuk kepercayaan diri, kemampuan kepemimpinan, hingga membuka peluang pendidikan dan jejaring yang lebih luas.
Cerita-cerita tersebut menjadi inspirasi sekaligus bukti bahwa Forum Anak bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan sejak dini.
Penguatan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Forum Anak selama ini diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang ramah anak. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih solid antara anggota, fasilitator, dan pemerintah daerah.
Penguatan koordinasi dinilai penting agar setiap program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki dampak nyata terhadap pemenuhan hak anak—baik hak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan dari kekerasan, maupun hak untuk berpartisipasi.
Momentum buka puasa bersama yang menutup rangkaian kegiatan menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas antaranggota. Suasana kekeluargaan tersebut mempertegas bahwa Forum Anak bukan hanya struktur organisasi, tetapi komunitas yang tumbuh atas dasar kepedulian dan semangat kolaborasi.
Menuju Kabupaten Layak Anak yang Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar berharap peran Forum Anak semakin optimal dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas, regenerasi kepemimpinan, serta sinergi lintas generasi menjadi kunci agar suara anak tidak hanya didengar, tetapi benar-benar menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan daerah.
Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, kehadiran Forum Anak menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah bukan hanya tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang memastikan setiap anak tumbuh, terlindungi, dan memiliki ruang untuk bermimpi serta berkontribusi bagi masa depan Kabupaten Banjar.



