REDAKSI8.COM, BANJAR – Berakhirnya Februari Tahun Anggaran 2026 menjadi alarm evaluasi bagi Bappedalitbang Kabupaten Banjar. Melalui Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (IK), langkah cepat dilakukan dengan menggelar Asistensi Pengisian Realisasi Fisik dan Keuangan pada aplikasi SIMONDALEV, Senin hingga Selasa, 2–3 Maret 2026, di Aula Mini Lantai 2 kantor setempat.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian penting dari upaya memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Sejumlah perangkat daerah mitra Bidang IK hadir langsung, mulai dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar.
Kehadiran Kepala Sub Bagian Perencanaan bersama operator masing-masing SKPD menegaskan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan akurasi pelaporan realisasi fisik maupun keuangan.
Dalam asistensi tersebut, setiap SKPD menjalani sesi desk secara bergiliran dengan membawa data dukung capaian Februari. Pendampingan dilakukan langsung oleh dua ASN Bidang IK, Rezza Ryanda dan Anida Norsyifa. Keduanya memeriksa detail kesesuaian angka, kelengkapan dokumen, hingga sinkronisasi antara progres fisik di lapangan dengan serapan anggaran yang tercatat dalam sistem SIMONDALEV.
Proses ini menjadi krusial untuk mencegah terjadinya selisih data atau kekeliruan pelaporan yang dapat berdampak pada evaluasi kinerja dan pengambilan kebijakan.
Tak hanya memverifikasi angka, forum ini juga menjadi ruang terbuka untuk membahas kendala teknis maupun administratif yang dihadapi perangkat daerah. Dengan demikian, setiap persoalan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi sebelum memasuki triwulan berikutnya.
Rezza Ryanda menegaskan, pengisian realisasi bukan hanya kewajiban formal, melainkan instrumen strategis untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program pembangunan.
“Melalui asistensi ini, kami ingin memastikan bahwa data yang diinput benar-benar valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketepatan pelaporan menjadi dasar pengambilan kebijakan selanjutnya,” ujarnya.
Menurutnya, data yang akurat akan menjadi pijakan penting dalam mengevaluasi capaian kinerja, mengidentifikasi potensi deviasi, serta merumuskan langkah percepatan bila diperlukan.
Asistensi pengisian realisasi ini rutin dilaksanakan setiap awal bulan setelah periode pelaporan berakhir. Langkah tersebut dinilai efektif dalam menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan program, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.
Dengan monitoring yang berkelanjutan, Bappedalitbang Kabupaten Banjar optimistis capaian program infrastruktur dan kewilayahan Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.
Upaya pengawalan ketat melalui SIMONDALEV ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada output fisik, tetapi juga pada tata kelola yang tertib, profesional, dan berbasis data—demi mewujudkan pembangunan Kabupaten Banjar yang efektif dan berkelanjutan.



