REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam rangka memastikan efektivitas sekaligus mempercepat realisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar menggelar kegiatan koordinasi dan pengarahan kepada jajaran Business Assistant (BA) dan Project Management Office (PMO), Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Plt Kepala DKUMPP Banjar, Linda Yunianti, tersebut difokuskan pada sinkronisasi langkah kerja, penyamaan persepsi, serta penajaman target capaian program di lapangan.
Dalam arahannya, Linda menegaskan bahwa BA dan PMO memiliki peran strategis yang saling melengkapi. BA berfungsi sebagai ujung tombak percepatan implementasi kebijakan di tingkat desa dan kelurahan, sementara PMO bertanggung jawab dalam manajemen program, pengendalian mutu, monitoring, hingga evaluasi berkala.
“Koordinasi yang erat antara BA KDKMP, PMO KDKMP, dan Dinas KUMPP adalah kunci. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. BA memiliki fungsi akselerasi, sementara PMO memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tegas Linda.
Ia menambahkan, keberhasilan program Koperasi Merah Putih sangat ditentukan oleh kemampuan tim dalam membaca dinamika di lapangan. Tantangan administratif, kesiapan sumber daya manusia, hingga pemahaman pengurus koperasi terhadap tata kelola modern harus direspons dengan cepat dan solutif.
Karena itu, Linda meminta agar komunikasi lintas tim terus diperkuat, khususnya dalam mengidentifikasi hambatan yang muncul di desa maupun kelurahan. Setiap kendala, menurutnya, harus segera dilaporkan dan dibahas bersama untuk mendapatkan solusi yang konkret dan terukur.
Salah satu PMO KDKMP Kabupaten Banjar, Diah Kusumayanti, menyambut positif pengarahan tersebut. Ia menilai arahan langsung dari pimpinan menjadi energi baru bagi tim untuk bekerja lebih terarah dan solid.
“Pengarahan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan memompa semangat tim. Kami akan segera menindaklanjuti arahan Ibu Plt Kepala Dinas dengan menyusun rencana aksi yang lebih detail dan terukur,” ujarnya usai kegiatan.
Diah menjelaskan, rencana aksi tersebut akan mencakup pemetaan progres masing-masing koperasi, identifikasi potensi usaha unggulan desa, serta strategi pendampingan yang lebih intensif agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan koordinasi ini, DKUMPP Banjar berharap lahir langkah-langkah konkret yang terstruktur dan terintegrasi. Dengan sinergi yang kuat antara BA, PMO, dan dinas, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu berjalan optimal, meningkatkan kapasitas kelembagaan koperasi, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Banjar.



