REDAKSI8.COM, BANJAR – Komitmen mendukung program unggulan pemerintah pusat di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia terus diperkuat satuan pendidikan di daerah. Salah satunya ditunjukkan oleh SMPN 6 Martapura yang menjalin kerja sama strategis dengan Badan Gizi Nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Jumat (27/2/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret sekolah dalam mendukung agenda nasional peningkatan gizi peserta didik, khususnya pada kelompok usia remaja yang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan krusial. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif ini membahas sejumlah aspek penting, mulai dari standar pemenuhan konsumsi harian siswa, mekanisme distribusi makanan bergizi, hingga peran strategis sekolah sebagai garda terdepan pemantauan asupan nutrisi.
Petugas lapangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa intervensi gizi di tingkat sekolah menengah memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang.
“Usia remaja merupakan masa pertumbuhan yang sangat menentukan. Jika asupan gizi tidak terpenuhi dengan baik, maka akan berpengaruh pada kesehatan, konsentrasi belajar, hingga potensi prestasi siswa. Sekolah memegang peran strategis dalam memastikan intervensi gizi berjalan efektif,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan sekolah menjadi kunci keberhasilan program, karena institusi pendidikan memiliki akses langsung terhadap pola konsumsi dan kebiasaan harian siswa. Dengan sinergi yang kuat, upaya pemenuhan gizi tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan edukatif.
Sementara itu, Kepala SMPN 6 Martapura, Muhammad Toha, menyatakan kesiapan penuh pihak sekolah untuk menyelaraskan kebijakan internal dengan agenda nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa peningkatan gizi siswa tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.
“Kami siap menjadi mitra aktif pemerintah. Peningkatan gizi bukan semata-mata soal kesehatan fisik, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang cerdas, berprestasi, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, lingkungan sekolah merupakan ruang strategis untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Melalui program ini, sekolah berharap siswa tidak hanya memperoleh makanan bergizi, tetapi juga pemahaman tentang pentingnya pola makan seimbang dalam menunjang aktivitas belajar.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan dokumen panduan pemenuhan gizi dari Badan Gizi Nasional kepada pihak sekolah. Dokumen tersebut akan menjadi acuan utama dalam penyusunan menu sehat di lingkungan SMPN 6 Martapura, sekaligus pedoman pelaksanaan program gizi yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, SMPN 6 Martapura diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi di tingkat sekolah menengah, sekaligus berkontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, tangguh, dan siap menyongsong masa depan.



