REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Capaian ini diraih dalam ajang Konsolidasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Selatan di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Kamis (26/2/2026).
Forum strategis tersebut mengusung tema “Sinkronisasi Progres Prioritas Nasional dan Penguatan Implementasi Kebijakan di Daerah untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan program dan kebijakan pendidikan dengan arah pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Dalam ajang tersebut, Kabupaten Banjar berhasil meraih apresiasi pada sejumlah aspek krusial. Pertama, Pemanfaatan Rapor Pendidikan dan Integrasi RKPD, sebagai pengakuan atas keberhasilan Disdik Banjar dalam mengintegrasikan data Rapor Pendidikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Langkah ini dinilai mampu mendorong kebijakan pendidikan yang lebih akurat, terukur, dan berbasis data faktual di lapangan.
Kedua, Advokasi Gerakan 7 KAIH dan Budaya Sekolah, yang mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menanamkan nilai karakter peserta didik melalui gerakan kearifan lokal. Program ini turut memperkuat ekosistem sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter positif sejak dini.
Ketiga, Penghargaan Pejuang Digitalisasi Pembelajaran, yang secara khusus diberikan kepada Rif’ah Radhiyati. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengakselerasi transformasi digital di dunia pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran dan peningkatan literasi digital tenaga pendidik.
Menanggapi capaian tersebut, Kepala Disdik Kabupaten Banjar Liana Penny menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh insan pendidikan yang telah berkontribusi. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor.
“Alhamdulillah, hasil ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan kolaborasi kita semua. Kami sangat mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran, terutama para penggerak di lapangan yang menjadi motor transformasi. Prestasi ini menunjukkan bahwa langkah kita dalam menyelaraskan program daerah dengan Prioritas Nasional sudah berada di jalur yang benar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Liana menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai capaian seremonial semata, melainkan harus menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan. Ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan di setiap satuan pendidikan.
“Ke depan, prestasi ini harus menjadi motivasi bagi seluruh satuan pendidikan untuk terus berinovasi. Fokus utama kita tetap pada pelayanan siswa, bagaimana pengelolaan data melalui Rapor Pendidikan serta kemajuan digitalisasi benar-benar mampu mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan merata bagi seluruh anak di Kabupaten Banjar,” tegasnya.
Prestasi ini semakin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam membangun tata kelola pendidikan yang modern dan adaptif. Melalui penguatan pendidikan berbasis data, penanaman karakter melalui kearifan lokal, serta percepatan transformasi digital, Kabupaten Banjar terus melangkah mantap menuju terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.



