REDAKSI8.COM, BANJAR – Antusiasme masyarakat tampak tinggi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar. Beras bersubsidi yang disediakan dalam kegiatan tersebut ludes diserbu warga Desa Kuin Kecil, Kecamatan Aluh-Aluh, Jumat (27/2/2026).
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani, menjelaskan bahwa beras yang dijual dalam GPM merupakan beras lokal jenis siam unus, salah satu varietas unggulan daerah yang banyak diminati masyarakat karena kualitas dan rasanya. “Beras yang kami jual adalah beras lokal siam unus dengan harga Rp40 ribu per kantong berisi 4 liter atau sekitar 3 kilogram,” ujarnya.
Harga tersebut dinilai sangat terjangkau lantaran setiap kantong beras telah mendapatkan subsidi sebesar Rp20 ribu dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Dengan subsidi itu, harga jual beras GPM jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran yang biasanya melonjak menjelang bulan suci Ramadan.
Selain memberikan subsidi harga, Hamdani menuturkan bahwa kehadiran GPM juga bertujuan mendekatkan akses pangan langsung ke masyarakat. Berbeda dengan pola distribusi konvensional, tim GPM turun langsung ke desa-desa sehingga warga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.
“Tim kami langsung mendatangi konsumen. Masyarakat jadi lebih mudah mendapatkan bahan pangan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” tambahnya.
Program GPM ini dilaksanakan selama 10 hari dan menjangkau 20 kecamatan di wilayah Kabupaten Banjar, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan. Pelaksanaan di berbagai kecamatan diharapkan mampu menekan laju inflasi pangan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kabupaten Banjar berharap masyarakat dapat memanfaatkan program GPM sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga selama Ramadan. “Kami berharap kegiatan ini benar-benar membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan selama bulan suci,” pungkas Hamdani.
Kehadiran Gerakan Pangan Murah pun disambut positif warga yang merasa terbantu dengan harga yang terjangkau dan lokasi penjualan yang lebih dekat, sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi dengan lebih mudah dan efisien.



