REDAKSI8.COM, KALSEL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) masih berada dalam periode musim hujan.
Meski dalam sepekan terakhir cuaca sempat didominasi panas terik, namun kondisi tersebut dinilai masih bagian dari dinamika musim hujan.

Bahkan beberapa hari terakhir, hujan lebat disertai angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Banjarbaru. Kondisi itu berbeda dengan pekan sebelumnya yang lebih didominasi cuaca panas.
Forecaster Iklim BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel, Muhammad Agvi Septianor menegaskan, Kalimantan Selatan belum memasuki musim kemarau.
“Kalau sekarang kita masih di musim hujan, peralihan kemungkinan di bulan Maret atau April tapi kita cek lagi nanti. Tapi kalau sekarang kita masih masuk musim hujan walaupun tidak setiap hari hujan begitu,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, dalam musim hujan tetap ada periode panas, karena penentuan musim dihitung berdasarkan akumulasi curah hujan per dasarian atau setiap 10 hari.
“Musim hujan selalu ada kemarau, tapi dihitung biasanya per dasarian, jadi dasarian itu 10 hari, 20 hari, sampai 30 hari atau sebulan. Jadi kita hitung hujannya berada di atas 50 per dasarian maka masih masuk musim hujan,” katanya.
Demikian, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat berdurasi singkat yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
“Saat hujannya tidak bisa kita prediksi apakah sangat lebat dan tidak lebat, tetapi dengan melihat curah hujan misalnya dalam sehari kira-kira sangat lebat berdurasi satu sampai tiga jam tentu kita harus waspada,” jelasnya.
Selain itu, warga di wilayah pesisir juga diminta mewaspadai angin kencang akibat pergerakan massa udara dari laut ke darat tanpa hambatan.
Sementara daerah dataran tinggi dan bantaran sungai juga berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi.
“Kalau untuk daerah-daerah yang tinggi seperti di Balangan, Tabalong atau daerah-daerah pinggiran sungai juga harus waspada bencana longsor,” tutupnya.



