REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga cabai di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru kembali merangkak naik. Dalam sepekan terakhir, hampir seluruh jenis cabai mengalami kenaikan rata-rata sekitar 10 persen akibat terbatasnya pasokan, terutama dari luar daerah.
Hal tersebut diungkapkan salah satu pedagang cabai, Halim mengatakan, kenaikan harga terjadi serentak mulai hari ini dan paling terasa pada cabai rawit serta cabai besar.

“Untuk harga cabai hari ini mengalami kenaikan semuanya. Cabai rawit ini naik 10 persen, hampir semua rata 10 persen naiknya dari harga biasanya,” ujarnya, Selasa (24/2/26).
Ia merincikan, cabai japlak yang sebelumnya dijual seharga Rp80 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp90 ribu, cabai rawit dari Rp100 ribu menjadi Rp110 ribu per kilogram.
Sementara cabai besar melonjak cukup tajam dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram, sementara cabai keriting masih bertahan di harga Rp40 ribu per kilogram.
Menurutnya, fluktuasi harga sebenarnya sudah terjadi hampir sepekan terakhir, namun tren kenaikan lebih dominan dibanding penurunan.
“Naiknya sudah hampir dalam seminggu ini, naik turun naik turun, tapi banyak naiknya pada turunnya. Nggak stabil,” jelasnya.
Halim menegaskan, kenaikan paling signifikan terjadi per hari ini karena pasokan yang sudah makin menipis.
“Baru hari ini, pokoknya per hari ini, tadi harganya semua naikkan,” ucapnya.
Kondisi tersebut ia ketahui dipicu terhentinya pengiriman dari Jawa, karena selama ini sebagian stok cabai dipasok dari luar daerah.
Namun, dikarenakan harga cabai di daerah Jawa btersebut juga lebih tinggi, sehingga distribusi dihentikan.
“Karena setoknya udah nggak ada kan kemarin kita dikirim dari Jawa. Sekarang Jawa lebih dari kita mahalnya, jadi nggak ngirim lagi,” katanya.
Akibatnya, pedagang hanya dapat mengandalkan pasokan cabai lokal saja dengan jumlah terbatas yang mendorong harga menjadi naik.
“Jadinya dari lokal aja, setoknya sedikit dibagi-bagi, ya harganya naik lah,” imbuhnya.
Di sisi lain, Halim menyebut penjualan selama bulan Ramadan cenderung fluktuatif. Secara umum ada sedikit penurunan, tetapi tergantung jenis cabai yang dijual.
“Kalau penjualan di bulan Ramadan itu agak penurunan sedikit. Tapi tergantung jenis lomboknya ada yang alami peningkatan dan penurunan,” tuntasnya.
Pedagang memperkirakan harga masih berpotensi bergerak naik turun apabila pasokan belum kembali stabil dalam waktu dekat.



