REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya pencarian intensif selama berjam-jam di aliran Sungai Mataraman akhirnya berakhir dengan duka mendalam bagi keluarga korban pada Sabtu malam.
Seorang pemuda berusia 20 tahun Alfiannoor dilaporkan hilang terseret arus, ditemukan tidak bernyawa oleh tim gabungan setelah penyisiran panjang yang melawan derasnya debit air sungai di Kabupaten Banjar tersebut.
Penyisiran yang dimulai sejak sore hari pasca laporan diterima pada pukul 14.45 WITA tersebut memaksa personel penyelamat bekerja ekstra cepat mengingat kondisi alam yang menantang.
Tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banjarmasin harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mencapai titik lokasi dan segera memulai pemetaan area hilir guna mengantisipasi pergerakan korban yang terbawa arus sungai yang kuat.
Ketegangan di lokasi pencarian akhirnya pecah saat jarum jam menunjukkan pukul 22.40 WITA, ketika tim berhasil mendeteksi keberadaan korban di titik koordinat 3°20’00” S 114°59’10” E. Jasad Alfiannoor ditemukan mengapung sejauh dua kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam.
Suasana haru menyelimuti proses evakuasi saat petugas membawa jenazah menuju rumah duka di Desa Simpang 3 Mataraman untuk diserahkan langsung kepada pihak keluarga yang telah menunggu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SMC, I Putu Sudayana, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi itu.
Sudayana menegaskan, keberhasilan penemuan korban merupakan buah dari koordinasi yang solid antar berbagai instansi di lapangan.
”Kami mengonfirmasi bahwa korban telah ditemukan pada Sabtu malam dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sejauh dua kilometer,” terangnya.
“Meskipun tim di lapangan menghadapi kendala arus sungai yang deras, berkat sinergitas dan kerja keras seluruh unsur SAR Gabungan, korban berhasil kami evakuasi,” sambungnya.
Solidaritas antar instansi terlihat jelas dalam operasi tersebut, di mana berbagai elemen mulai dari BPBD Kabupaten Banjar, Polsek Mataraman, hingga relawan dan masyarakat setempat bahu-membahu menyisir sungai hingga tengah malam.
Setelah memastikan seluruh tugas selesai dan melakukan debriefing evaluasi pada pukul 23.20 WITA, seluruh personel ditarik kembali ke kesatuan masing-masing, menandai berakhirnya misi kemanusiaan di Sungai Mataraman tersebut.



