REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Operasi pencarian intensif yang dilakukan Tim SAR Gabungan di kawasan Jembatan Antasari akhirnya membuahkan hasil.
Rini (34), warga yang dilaporkan hilang di Sungai Martapura sejak Kamis lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (14/02/2026) dini hari.

Jasad korban berhasil dievakuasi petugas pada pukul 01.05 WITA.
Penemuan itu berada di titik sekitar 50 meter dari lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position), tepatnya ke arah hilir sungai.
Begitu ditemukan, petugas langsung membawa jenazah korban menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Penyisiran ini melibatkan teknologi Aqua Eye dan peralatan selam untuk memantau dasar sungai secara akurat, mengingat kondisi air Sungai Martapura yang cukup menantang pada malam hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banjarmasin, I Putu Sudayana, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), memberikan pernyataan resmi terkait penutupan operasi ini.
“Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak 50 meter dari titik awal laporan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi kami usulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing. Kami berterima kasih atas sinergitas semua pihak di lapangan,” ujar I Putu Sudayana.
Operasi SAR yang berlangsung selama kurang lebih tiga hari ini menjadi bukti kuatnya koordinasi antarinstansi di Kalimantan Selatan. Sejumlah unsur yang terlibat di lapangan meliputi Kansar Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel & Polair Polresta Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin dan Rescue 911 serta bantuan aktif dari Masyarakat Setempat.
Dengan ditemukannya korban, seluruh alat utama seperti Rubber Boat dan perlengkapan water rescue lainnya ditarik kembali ke pangkalan masing-masing.



