REDAKSI8.COM, BANJAR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, DPRD Kabupaten Banjar melalui Komisi II mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok tetap aman dan harga tetap stabil di pasaran. Langkah antisipatif ini dinilai penting untuk melindungi daya beli masyarakat serta mencegah terjadinya lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang Ramadan.
Peringatan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kabupaten Banjar bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar (DKUMPP). Rapat ini secara khusus membahas kesiapan daerah dalam menghadapi peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa kenaikan permintaan bahan pokok menjelang Ramadan merupakan pola tahunan yang selalu berulang dan seharusnya sudah dapat diprediksi sejak dini oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, jika tidak diantisipasi dengan perencanaan yang matang, kondisi tersebut berpotensi memicu lonjakan harga yang pada akhirnya akan memberatkan masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. Oleh karena itu, DPRD mendorong langkah-langkah konkret dan terukur agar stabilitas harga tetap terjaga.
“Maka Komisi II DPRD Banjar meminta pengawasan distribusi diperketat, operasi pasar dilakukan secara merata, serta pengendalian terhadap potensi penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujar Rahmat Saleh, Kamis (12/2/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat melalui operasi pasar murah, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan terjadi lonjakan harga. Selain itu, pengawasan terhadap jalur distribusi dinilai krusial agar pasokan bahan pokok tidak tersendat dan tetap sampai ke konsumen dengan harga wajar.
Sementara itu, DKUMPP Kabupaten Banjar yang diwakili oleh Rudy Mulyadi menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi Ramadan.
DKUMPP, lanjutnya, akan melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok secara harian di pasar-pasar tradisional maupun pusat distribusi. Selain itu, koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait, aparat penegak hukum, dan distributor akan terus diperkuat guna mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga.
“Secara umum, ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dalam kondisi cukup. Namun tetap diperlukan pengawasan yang intensif dan koordinasi berkelanjutan agar stabilitas harga dan kelancaran distribusi dapat terus terjaga,” jelas Rudy Mulyadi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), karena pemerintah daerah telah memastikan pasokan bahan pokok tersedia sesuai kebutuhan. DKUMPP juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat apabila menemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar atau kelangkaan barang di pasaran.
Melalui sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah, diharapkan upaya pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dapat berjalan optimal. Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Banjar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa dibebani kekhawatiran akan mahalnya harga kebutuhan sehari-hari.



