REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi melalui beragam program beasiswa.
Informasi itu disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr. Muhammad Rusmin Nuryadin dalam kegiatan Sosialisasi dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ULM Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026).
Dalam paparannya, Dr. Rusmin menegaskan, beasiswa menjadi instrumen strategis universitas dalam memastikan seluruh calon mahasiswa, khususnya dari keluarga kurang mampu, dapat mengakses pendidikan tinggi secara adil dan inklusif.
“Lewat beasiswa, pemerintah dan Universitas Lambung Mangkurat ingin memfasilitasi semua siswa-siswi yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Terdapat berbagai skema beasiswa di ULM, baik yang bersumber dari APBN/APBD maupun non-APBN/APBD. Beasiswa yang didukung pemerintah antara lain KIP-Kuliah, Adik Difabel, Adik Papua dan 3T, Seribu Sarjana Kabupaten Balangan, SMART Kabupaten Tabalong, Beasiswa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Beasiswa Unggulan Kemdikdasmen, Pendidikan Indonesia, PDDI, Afirmasi Kemenkes, serta sejumlah program afirmasi lainnya.
Sementara itu, beasiswa dari sumber non-pemerintah mencakup Cendekia Baznas, Yayasan Salim, Yayasan Salemba Empat (KSE), Bank Indonesia, VDMI Belanda, IBFL Adaro, Chaoren Pokphand Foundation, YBM BRI Bright Scholarship, BSI Scholarship Inspirasi, Beasiswa Djarum Plus, hingga program beasiswa dari berbagai perusahaan mitra industri.
“Saat ini, sekitar 6.000 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat tercatat sebagai penerima beasiswa, mencerminkan peran aktif universitas dalam mengelola dan memfasilitasi pendanaan pendidikan bagi mahasiswa,” ucap Dr. Rusmin.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Rusmin juga menekankan pentingnya pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) sejak di bangku sekolah menengah agar siswa bisa mendaftar kuliah melalui program KIP-K.
Ia mengingatkan sekolah dan calon mahasiswa memastikan kelengkapan berkas sebelum pendaftaran jalur masuk perguruan tinggi negeri.
Dalam paparannya, Dr. Rusmin menjelaskan bahwa pendaftaran KIP-Kuliah terintegrasi dengan Sistem Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) dan hanya dapat dilakukan melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Calon mahasiswa diwajibkan membuat akun KIP-Kuliah, melengkapi data NISN, NPSN, dan NIK, mengisi seluruh biodata hingga rencana studi, serta melakukan sinkronisasi seleksi melalui sistem SNPMB.
Bagi pendaftar jalur mandiri yang berasal dari keluarga kurang mampu, ULM menyediakan mekanisme pelaporan dan pendampingan agar dapat diarahkan pada skema beasiswa lain yang tersedia, termasuk beasiswa dari pemerintah daerah.
Melalui berbagai program beasiswa tersebut, Universitas Lambung Mangkurat menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang berkomitmen pada pemerataan akses pendidikan, keadilan sosial, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Selatan dan Indonesia.
Upaya ini sejalan dengan visi ULM dalam menciptakan pendidikan tinggi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.



