REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat komitmen percepatan penurunan stunting melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan. Hal tersebut diwujudkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat dan Sosial Dasar (PKMSD) dengan menggelar Bimbingan Teknis Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kabupaten Banjar Tahun 2026, di Hotel Tree Park, Kecamatan Kertak Hanyar, Senin (9/2/2026).
Sebanyak 340 kader KPM mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 19 KPM kelurahan dan 307 KPM desa se-Kabupaten Banjar. Para kader ini merupakan garda terdepan pembangunan manusia yang berperan langsung dalam pemantauan, pendampingan, dan fasilitasi konvergensi layanan dasar, khususnya dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting.
Bimtek KPM menjadi langkah strategis DPMD untuk memperkuat kapasitas kader di tingkat desa dan kelurahan. Fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan kualitas pelayanan dasar masyarakat melalui penguatan konvergensi intervensi penurunan stunting, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan di tingkat akar rumput.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar, Hafizh Anshari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Kader Pembangunan Manusia atas dedikasi dan komitmen mereka dalam menjalankan tugas di lapangan.
“KPM adalah garda terdepan di desa dalam memantau, melakukan monitoring, serta memfasilitasi konvergensi pencegahan stunting. Peran ini sangat strategis dan menentukan keberhasilan program,” ujarnya.
Hafizh menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek KPM merupakan bagian dari upaya mendorong perubahan pola perilaku dan pemberdayaan masyarakat, yang menjadi dua pilar utama dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting.
“Kami berharap Kader Pembangunan Manusia dapat saling bekerja sama dan berkolaborasi dalam merencanakan serta melaksanakan kegiatan pencegahan stunting. Selain itu, KPM juga diharapkan mampu menyusun perencanaan penganggaran di desa untuk intervensi stunting, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif,” harapnya.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemaparan terkait sosialisasi desa berkinerja baik di Kabupaten Banjar, yang berfokus pada peningkatan kapasitas aparat desa dan KPM dalam melaksanakan 12 langkah strategis percepatan penurunan stunting. Langkah tersebut mencakup konvergensi intervensi gizi spesifik dan sensitif, optimalisasi pemanfaatan Dana Desa, serta penguatan peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Materi ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait kriteria penilaian desa berkinerja baik, yang meliputi pelaporan terintegrasi, pelaksanaan intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat desa.
Selain penguatan kapasitas kelembagaan, DPMD Kabupaten Banjar yang berkolaborasi dengan Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA P3MD) turut melakukan optimalisasi data melalui aplikasi Electronic Human Development Worker (eHDW) Tahun 2026. Optimalisasi ini difokuskan pada peningkatan akurasi data real-time, penguatan integrasi sistem, serta penguatan peran KPM sebagai analis data pembangunan manusia di tingkat desa.
Dengan optimalisasi eHDW, pendekatan penanganan stunting di Kabupaten Banjar diarahkan untuk bertransformasi dari sekadar pelaporan data (data entry) menjadi pemanfaatan data (data analytics). Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan intervensi yang lebih responsif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kondisi gizi serta kesehatan masyarakat desa.
Melalui Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sejak dini, dengan menempatkan desa sebagai pusat perubahan dan Kader Pembangunan Manusia sebagai motor penggerak utama penurunan stunting.



