REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendorong pembangunan berbasis data dan inovasi semakin diperkuat melalui penjajakan kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal ini ditandai dengan kunjungan tim peneliti BRIN yang diterima langsung oleh Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, pada Senin (9/2/2026) siang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (PPI) Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nuri Ansyari, beserta jajaran pejabat struktural dan staf Bidang PPI. Diskusi berlangsung intensif dengan fokus pada peluang sinergi riset yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara komprehensif.
Tim BRIN yang dipimpin Mukhlis menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki rencana kerja sama di berbagai bidang strategis, mulai dari penelitian, pengembangan, dan pengkajian, hingga penerapan hasil riset, invensi, serta inovasi yang dapat diimplementasikan di Kabupaten Banjar.
“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset daerah sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan melalui pendekatan berbasis data dan inovasi,” ujar Mukhlis.
Menyambut kunjungan tersebut, Nashrullah Shadiq menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa Bappedalitbang Kabupaten Banjar sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya lembaga riset nasional seperti BRIN. Menurutnya, penguatan riset daerah tidak mungkin dilakukan secara mandiri tanpa dukungan dan sinergi lintas lembaga.
“Selama ini kami telah menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi akademik, baik di Kalimantan Selatan maupun dari luar daerah, terutama dalam kegiatan penelitian dan pengembangan serta penyusunan dokumen perencanaan. Kehadiran BRIN di Kabupaten Banjar tentu menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas dan dampak penelitian daerah,” ungkap Nashrullah.
Ia menilai, kolaborasi dengan BRIN tidak hanya akan memperkuat aspek metodologi dan kualitas riset, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sementara itu, Mukhlis menjelaskan bahwa BRIN memiliki mandat nasional untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan penelitian dan inovasi. Namun demikian, sebelum kerja sama teknis dilaksanakan, perlu ditempuh Mekanisme Kerja Sama (MKS) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala BRIN dan Bupati Banjar.
“BRIN siap melakukan pendampingan penelitian di daerah. Kami memiliki banyak tenaga ahli di berbagai bidang strategis, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, arkeologi, hingga sektor-sektor lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar berharap agar kerja sama ke depan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memberikan dukungan nyata, baik dari sisi pendanaan maupun keterlibatan langsung tenaga ahli BRIN. Harapan ini dinilai realistis mengingat keterbatasan anggaran penelitian yang hampir dihadapi oleh seluruh pemerintah daerah.
Menjawab harapan tersebut, tim BRIN menyampaikan bahwa penelitian dapat dilaksanakan di daerah yang telah menjalin kerja sama resmi, di mana pendanaan penelitian sepenuhnya dapat ditanggung oleh BRIN. Selain itu, peneliti BRIN juga dapat berperan sebagai tenaga ahli dalam penelitian daerah yang didanai oleh pemerintah daerah, sesuai kebutuhan dan kesepakatan bersama.
Melalui penjajakan kerja sama ini, diharapkan terbangun kemitraan jangka panjang antara BRIN dan Bappedalitbang Kabupaten Banjar sebagai fondasi penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah, sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, bukti ilmiah, dan kebutuhan riil masyarakat.



