REDAKSIi8.COM, BANJAR – Peringatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar. Tepat pada usia 100 tahun NU, 31 Januari 1926–31 Januari 2026, PCNU Kabupaten Banjar menggelar gerakan penanaman 2.000 bibit pohon yang dipadukan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Gerakan ini diinisiasi PCNU Kabupaten Banjar bersama Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Banjar sebagai wujud tanggung jawab organisasi keagamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran sosial NU di tengah masyarakat.
Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Nuryadi, menegaskan bahwa 100 tahun Nahdlatul Ulama tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali khidmah NU bagi umat, bangsa, dan alam semesta.
“Menanam pohon adalah bentuk ibadah sosial dan ekologis. NU sejak awal berdiri mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam. Di usia 100 tahun ini, kami ingin menegaskan bahwa NU hadir merawat kehidupan,” ujar Ustadz Nuryadi.

Sebanyak 2.000 bibit pohon yang disiapkan terdiri dari pohon Mahoni, Eucalyptus, Tabebuya, dan Jengkol. Penanaman dilakukan secara serentak oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Banjar di berbagai titik wilayah, mulai dari lingkungan pesantren, fasilitas umum, hingga lahan-lahan strategis yang membutuhkan penghijauan.
Pemilihan jenis pohon tersebut bukan tanpa pertimbangan. Selain bernilai ekologis untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan kualitas udara, sebagian tanaman juga memiliki nilai ekonomi jangka panjang yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Ini bukan sekadar tanam pohon hari ini lalu selesai. Kami berharap pohon-pohon ini kelak tumbuh menjadi penyangga kehidupan, memberi manfaat lingkungan dan ekonomi bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada isu lingkungan, rangkaian peringatan satu abad NU di Kabupaten Banjar juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta pembagian paket sembako bagi warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat sekitar. Kegiatan sosial ini menjadi penegasan peran NU sebagai organisasi keagamaan yang senantiasa hadir di tengah persoalan riil umat.
Melalui kegiatan tersebut, PCNU Kabupaten Banjar ingin menunjukkan bahwa NU di usia satu abad tetap relevan, adaptif, dan konsisten menjalankan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin—memberi rahmat tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi alam semesta.
Peringatan satu abad NU ini sekaligus menjadi pesan moral bahwa menjaga bumi adalah bagian dari menjaga masa depan umat. Dari Kabupaten Banjar, NU meneguhkan langkah: berkhidmah untuk agama, bangsa, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.



