REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Seorang pemuda berinisial AY (25) ditemukan tewas usai terjatuh dari tower BTS setinggi 42 meter di Jalan Sapta Warga, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kamis (29/1/26) sore.
Korban diketahui merupakan warga pendatang asal Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tersebut diduga kuat melakukan aksi bunuh diri.

Dugaan tersebut menguat setelah keterangan sejumlah saksi serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian.
Salah satu warga RT 07 RW 02 Jalan Sapta Warga, Nur Hadi mengaku, sempat melihat korban dengan perilaku mencurigakan pada pagi hari sebelum kejadian, saat hendak berangkat ke masjid sebelum subuh.
“Saya melihat lalu saya batuk supaya enggak kaget, orang itu kan kalau saya lewat. Sekalinya saya panggil-panggil, om ngapain om? tiga kali nggak ada nyaut atau apa lalu saya lihat itu ada lilitan tali di sini (leher belakang kepala) tali selang kecil itu loh,” ujarnya.
Kemudian ia pun langsung melanjutkan perjalanannya. Namun ia terkejut ketika mengetahui korban ditemukan meninggal dunia pada sore hari di lokasi yang sama.
“Saya malah nggak ngira kalau orang yang pagi tadi orang yang sama,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Utara melalui Panit I Opsnal Reskrim Polsek Banjarbaru Utara, Ipda Oktrianto Bayu menyampaikan, hasil pemeriksaan di lapangan.
“Korban atas nama AY, kelahiran tahun 2001 kebetulan di sini pendatang. Untuk kondisi korban, kepala mengalami pecah dan pendarahan. Dan dari hidung keluar darah,” katanya.
Ia mengungkapkan, korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri.
“Cuma sebelumnya sempat ketahuan dari keluarga, jadi tidak jadi. Kebetulan siang tadi hilang, saat dicari ternyata sudah ketemu di belakang rumah, di bawah tower tadi,” jelasnya.
Ipda Oktrianto menyebutkan, laporan kejadian pertama kali diterima dari warga sekitar setelah Ashar melalui Bhabinkamtibmas, kemudian diteruskan ke Polsek Banjarbaru Utara dan Polres Banjarbaru.
Menindaklanjuti informasi tersebut, aparat kepolisian segera bergerak ke lokasi untuk memastikan kebenaran laporan sekaligus melakukan serangkaian prosedur awal guna mengungkap penyebab kejadian.
“Kami langsung menuju ke TKP, kita sempat melakukan olah TKP, memang benar indikasi bunuh diri. Tanda-tandanya ada, teridentifikasi ada cairan di kemaluan, itu salah satu tanda dari bunuh diri,” tutupnya.



