REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Uji coba rekayasa manajemen arus lalu lintas di Bundaran Simpang Empat, Kota Banjarbaru, mulai menuai beragam tanggapan pengguna jalan.
Pada hari pertama penerapan, sejumlah pengendara mengaku masih kebingungan dan kesulitan menyesuaikan rute baru.

Diketahui, petugas gabungan memasang rambu dan menutup sekat bundaran dari arah Martapura menuju Jalan Mistar Cokrokusumo menggunakan water barrier.
Pengendara dari Jalan Ahmad Yani arah Martapura diarahkan melintas ke Jalan P.M Noor, Kelurahan Sungai Ulin.
Skema pengalihan dilakukan dengan mengatur titik putar balik sesuai jenis kendaraan. Roda dua diarahkan memutar di Jalan Samping Kantor Kelurahan Sungai Besar, roda empat di Jalan Bhayangkara (belakang RS Permata Husada), sementara kendaraan sumbu tiga ke atas, seperti bus dan truk, dialihkan ke Jalan H Bakhran (seberang Jalan Budi Waluyo).
Sejumlah keluhan pun muncul di hari pertama pelaksanaan, salah satunya disampaikan sopir angkutan kota, Yamani yang sehari-hari nya melintasi Bundaran Simpang Empat untuk rute Riam Kanan–Martapura.
“Uma ay, kasian taksi nih putar-putar. Aku dari Riam Kanan ke Martapura biasanya, ini mau ke Sekumpul,” ungkapnya.
Ia mengaku keberatan dengan jarak putar balik yang dinilai terlalu jauh, khususnya bagi kendaraan roda empat.
Selain memakan waktu, kondisi tersebut juga berdampak pada konsumsi bahan bakar dari kemdaraan.
“Menurut sorang supir taksi sulit pang, memutarnya jauh, menambah bensin jelas, dan memakan waktu,” ujarnya.
Meski demikian, Yamani menilai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut mulai berkurang dibandingkan kondisi sebelumnya.
Namun, ia meminta kepada Pemerintah Kota ada solusi agar pengendara tidak harus menempuh putaran yang terlalu jauh.
“Biasanya macet pang, tapi ini agak renggang sedikit lah habis ditutup ini. Tapi putaran masyarakat kasian kita jauh,” jelasnya.
Ia juga berharap, rekayasa lalu lintas itu tidak diberlakukan permanen dan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Jakanya kawa ditutup-buka jangan selamanya ditutup. Mudah-mudahan jangan selamanya,” harapnya.
Diketahui, uji coba rekayasa manajemen arus lalu lintas di Bundaran Simpang Empat ini mulai diterapkan sejak Sabtu (24/1/26) dan direncanakan berlangsung selama tiga hari sebelum dilakukan evaluasi lanjutan.



