REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian mulai memberlakukan rekayasa manajemen arus lalu lintas di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, Sabtu (24/1/26) pagi.
Penutupan sekat bundaran dari arah Martapura menuju Jalan Mistar Cokrokusumo dilakukan sebagai uji coba selama tiga hari ke depan.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 08.15 Wita, arus dari arah Martapura dan Banjarmasin dialihkan melalui Jalan P.M Noor, Kelurahan Sungai Ulin.
Pengendara kemudian diminta putar balik di sejumlah ruas jalan sebelum kembali menuju Bundaran Simpang Empat.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa halaby menyampaikan, uji coba pengalihan arus itu berlangsung mulai hari ini hingga satu pekan ke depan untuk melihat efektivitasnya dalam mengurai kemacetan.
“Yang dari arah Martapura dan Banjarmasin dia harus putar balik dulu, tidak langsung putar di Bundaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kendaraan roda dua diarahkan putar balik melalui Jalan samping Kantor Kelurahan Sungai Besar, sementara roda empat melalui Jalan Bhayangkara (belakang RS Permata Husada).
Sedangkan untuk kendaraan sumbu tiga ke atas seperti bus dan truk, pengalihan dilakukan melalui Jalan H Bakhran (seberang Jalan Budi Waluyo).
“Jadi hari ini kita uji coba dulu, nanti sampai satu minggu dulu kita coba, kalau misalkan ini bisa mengurai kemacetan, akan kita tetapkan bahwa pengalihan arus berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Namun demikian, Lisa menyoroti potensi kemacetan di Jalan P.M Noor akibat aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kendaraan pengunjung yang parkir di bahu jalan.
“Ada juga pengendara pengunjung yang parkir di bahu jalan, karena mereka yang berjualan di sana juga sudah memenuhi bahu jalan,” katanya.
Oleh karena itu, ke depan Pemko Banjarbaru akan berkoordinasi untuk penataan PKL di ruas jalan tersebut guna mendukung kelancaran arus lalu lintas.
“Kalau bisa nanti ke depannya akan kita koordinasikan kemana mereka kita alihkan jualannya supaya ini arusnya lancar,” tutupnya.



