REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sebuah mobil Karimun merah yang terparkir di sudut Bundaran Masjid Agung Al Munawwarah, Jalan Trikora, Kota Banjarbaru, kerap menarik perhatian pengguna jalan.
Dari balik mobil itulah Eban, barista asal Banjarbaru, meracik puluhan menu kopi siap saji dengan konsep street coffee yang praktis dan cepat.

Mengusung konsep grab and go, Kopi Karimun menyajikan minuman kopi dalam gelas plastik lengkap dengan es dan berbagai varian rasa, layaknya kopi yang dijual di kafe.
Kehadirannya menjadi alternatif bagi para penikmat kopi yang ingin ngopi tanpa harus berlama-lama.
Usaha kopi keliling tersebut telah dijalani Eban hampir tiga tahun. Selama itu pula, ia mengaku kerap berpindah-pindah lokasi berjualan karena beraktivitas di ruang publik.
“Jualan kopi street ini sudah dua tahun, ini hampir tiga tahunan sudah. Dari awal itu pindah-pindah karena kita di jalan, jadi kalau ada petugas yang bertugas itu kita mengamankan diri lah,” ujarnya, Senin (19/01/26).
Meski berjualan secara sederhana, kopi yang diracik Eban menggunakan peralatan manual non-elektrik. Bahkan, alat pembuat espresso yang digunakannya merupakan hasil modifikasi sesuai kebutuhan dan selera racikan.
Kreativitas menjadi kekuatan utama Kopi Karimun. Hingga kini, Eban telah memiliki puluhan menu kopi hasil racikannya sendiri dan terus menambah varian baru.
“Sampai sekarang udah ada 95 menu, kemungkinan tuh Februari tuh ada 100 menu. Februari akhir ada 110 menu, jadi target 2026 ada 200 menu yang saya jual targetnya,” ungkapnya.
Tak hanya soal variasi, harga yang ditawarkan juga ramah di kantong. Kopi Karimun menyasar seluruh kalangan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
“Harga Rp15 ribu itu untuk kopi latte aren, kopi susu. Kalau yang sudah pakai sirup-sirup itu Rp20 ribu sampai Rp25 ribu, kopi beer itu Rp20 ribu, moktail Rp20 ribu juga,” sebutnya.
Dalam sehari, penjualan kopi di Kopi Karimun terbilang fluktuatif, namun hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Penjualan disini Alhamdulillah kak cukup aja lah. Sehari tidak nentu berapa cup terjual, tergantung orang singgah,” tuturnya.
Menjamurnya kedai kopi di Banjarbaru tak membuat Eban surut, ia tetap fokus pada segmen penikmat kopi yang membutuhkan sajian cepat tanpa harus duduk lama.
“Beda-beda pasarnya, kalau kita street kopi ini untuk orang ngopi mau cepat. Jadi ada orang yang ngopi mau cepat, ada yang orang ngopi mau santai,” tuntasnya.
Kopi Karimun buka setiap hari Senin hingga Kamis, mulai pukul 08.00 Wita hingga 12.00 Wita, dengan lokasi mangkal di Bundaran Masjid Agung Al Munawwarah, Jalan Trikora, Kota Banjarbaru.



