REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Rencana pembangunan stadion olahraga bertaraf Internasional di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memasuki tahap penting.
Seluruh pemilik lahan di lokasi pembangunan menyatakan kesediaannya untum mendukung proyek strategis tersebut.
Komitmen itu mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) pengadaan tanah pembangunan stadion internasional yang digelar di Aula Kantor Dinas PUPR Kalsel, Kota Banjarbaru, Kamis (15/01/26).
Stadion internasional itu merupakan bagian dari janji kepemimpinan Gubernur Kalsel, Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.
Lokasi yang dipilih berada di persimpangan Jalan Gubernur Syarkawi dan Jalan Lingkar Utara, berdekatan dengan Persemaian Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.
Gubernur Kalsel, Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor menegaskan, FKP menjadi tahapan krusial sebelum pembangunan direalisasikan.
“Ini bagian penting dari proses, dan tadi sudah kita saksikan bersama bahwa seluruh pemilik lahan itu bersedia dan siap mendukung dan siap lahannya digunakan atau dilaksanakan pembangunan untuk stadion internasional kita,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menyebutkan, total lahan yang dibutuhkan mencapai sekitar 28,76 hektare, yang mana saat ini dimiliki oleh puluhan warga. Pada tahap awal, pembangunan mencakup stadion utama serta dua akses jalan pendukung.
“Yang jelas ini tidak ada istilah ganti kerugian, tapi ganti keuntungan. Ini komitmen kita, kita tidak ingin masyarakat yang memiliki lahan itu merasa dirugikan, tapi justru merasa diuntungkan,” tegasnya.
Ariadi menjelaskan, pembangunan stadion internasional merupakan bagian dari 10 visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, dengan harapan seluruh tahapan mulai dari pengadaan lahan hingga konstruksi dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
“Dari mulai pengadaan lahan sampai proses pembangunannya yang kita prediksikan mungkin multi-use, dananya sudah kita siapkan, sekali lagi kita mohon dukungan semua pihak masyarakat khususnya di Kalsel dan Pemko Banjarbaru,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru yang dinilai sangat positif terhadap rencana pembangunan stadion tersebut.
“Dan komitmen Pemerintah sudah terlihat bahwa pembangunannya murni untuk kesejahteraan kita bersama,” ungkapnya.
Untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi Kalsel telah menyiapkan anggaran hampir Rp1 triliun guna membangun stadion sekaligus mendorong tumbuhnya industri olahraga di daerah.
“Semoga angka ini bisa cukup menyelesaikan stadion menjadi impian kita bersama,” harapnya.
Sementara itu, salah satu pemilik lahan yang hadir dalam FKP, Ghania mengaku menyetujui rencana penggunaan lahannya untuk pembangunan stadion internasional.
“Untuk hasilnya tadi masih penandatanganan berita acara, nanti ada pertemuan selanjutnya terkait kelanjutannya bagaimana,” katanya.
Ia menilai proses FKP berjalan kondusif dengan penjelasan yang disampaikan secara terbuka oleh Pemerintah.
“Untuk sejauh ini masih setuju ya, karena tadi juga di dalam kondusif aja dan dari para pejabat yang memberitahu dengan detail dan sangat lengkap,” terangnya.
Meski telah menyatakan persetujuan, Ghania mengungkapkan, pembahasan terkait harga lahan belum dilakukan dan akan dibicarakan pada pertemuan lanjutan.
“Nanti mungkin pertemuan selanjutnya atau bagaimana baru nanti diskusi tentang harga per meternya,” tutupnya.



