REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru memastikan harga bahan pokok (bapok) di pasar tradisional masih relatif stabil dan ketersediaan stok dalam kondisi aman.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan yang beredar di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Banjarbaru, Rosida Ridha berdasarkan hasil pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok di lapangan.
“Bisa dibilang stabil ya untuk harga dan juga stoknya juga cukup kalau di data kami itu cukup,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (15/01/26).
Ia mengakui, memang sebumnya sempat terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas menjelang Pengajian 5 Rajab dan libur Tahun Baru, khususnya daging ayam dan telur. Namun kondisi tersebut kini telah kembali normal.
“Ada beberapa kejadian sebelum 5 Rajab dan antara Tahun Baru itu ada kenaikan harga seperti komoditas daging ayam, telur tapi untuk sekarang sudah mulai stabil artinya untuk Banjarbaru aman,” jelasnya.
Menurut Rosida, jika pun terdapat kenaikan harga, skalanya masih tergolong ringan dan tidak merata di semua pedagang.
“Walaupun ada kenaikan juga tidak terlalu signifikan, itu mungkin karena ada perbedaan harga dari beberapa pedagang saja tapi tidak semua langsung naik,” ucapnya.

Sementara rata-rata harga cabai saat ini masih dalam batas wajar. Cabai merah besar dan merah keriting masing-masing berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit merah, rawit hijau, dan rawit tiung tercatat di harga Rp80 ribu per kilogram.
“Kalau harga cabai masih wajar saja di data kami. Kemarin itu naik mungkin karena pengaruh yang masih ada sisa di 5 Raja, tapi untuk sekarang sudah cukup stabil,” imbuhnya.
Selain cabai, harga komoditas protein hewani juga terpantau stabil seperti telur ayam ras berada di kisaran Rp31 ribu per kilogram, dan daging ayam ras Rp35 ribu per kilogramnya.
Untuk sayur-mayur, wortel tercatat Rp25 ribu, kentang Rp20 ribu, serta kubis atau kol Rp12 ribu per kilogram.
Adapun harga bawang merah berada di kisaran Rp55 ribu dan bawang putih Rp35 ribu per kilogram.
Meski demikian, ia mengingatkan kembali masyarakat agar tidak terpancing isu krisis pangan yang dapat memicu kepanikan dan aksi penimbunan.
“Yang jelas kalau mendengar isu ada krisis itu jangan panik ya. Jadi tidak ada penyetokan atau merasa ada isu-isu di media sosial itu kita ada krisis kadang-kadang pedagang itu lalu nyetok. Kemudian orang-orang berduit juga nyetok. Nah mudah-mudahan itu tidak terjadi lah sistem seperti itu,” katanya.
Rosida juga menegaskan, aksi penimbunan justru berpotensi menyebabkan kelangkaan barang dan berdampak pada kenaikan harga di pasaran.
“Karena kalau ada stok yang banyak otomatis kan barang berkurang dan akan terjadi kelangkaan barang yang memicu inflasi. Tapi itu hanya prediksi saja terkait dengan krisis global ini dan kita tidak terdampak mudah-mudahan,” ungkapnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Disdagperin Kota Banjarbaru juga mendorong masyarakat untuk penguatan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.
“Dan kemandirian pangan itu harus digalakkan terus, jadi sebaiknya masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah,” pungkasnya.



