REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga cabai di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, mengalami fluktuasi tajam di tengah kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang melanda di sejumlah wilayah.
Kenaikan signifikan terjadi pada cabai rawit lokal, sementara harga cabai besar dan cabai keriting justru mengalami penurunan.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Bauntung, Halim mengungkap, kenaikan paling terasa terjadi pada cabai kecil atau cabai rawit.
Naiknya pun bervariasi antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogramnya.
“Cabai rawit, japlak naik. Untuk lokalan yang cabai kecilnya semua naik. Tapi kalau untuk cabai besar sama keriting semua turun,” ucapnya, Rabu (14/01/26).
Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit terjadi cukup drastis dalam waktu singkat yaitu sekitar Rp15.000 per hari ini.
“Jadi sekarang Rp70.000 per kilogramnya, kemarin Rp55.000,” sebutnya.
Sebaliknya, harga cabai keriting justru mengalami penurunan tajam dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
“Kalau cabai keriting harganya anjlok sekarang tinggal Rp20.000 per kilogram, sebelumnya Rp40.000 seminggu yang lalu. Cabai besar hijau dan merah juga sama harganya,” ujarnya.
Halim juga menjelaskan, naiknya harga cabai rawit dipicu oleh keterbatasan pasokan akibat banyak daerah sentra produksi yang terdampak banjir.
“Karena ini banyak yang kebanjiran, jadi sedikit saja stoknya,” ungkapnya.
Sedangkan untuk pasokan, cabai rawit yang dijual berasal dari beberapa daerah di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Cabai kecil ini macam-macam dari Pelihari sama dari Bati-bati,” katanya.
Sementara itu, komoditas hortikultura lainnya juga relatif stabil, seperti harga tomat yang tidak mengalami perubahan meski didatangkan dari luar daerah.
“Kalau tomat kita datangkan dari Palu, tapi harganya stabil aja di harga Rp8.000 per kilogram,” pungkasnya.



