REDAKSI8.COM, BANJAR – Banjir masih merendam Desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, hingga Rabu (8/1/2025). Berdasarkan data sementara di lapangan, tercatat 463 Kepala Keluarga (KK) atau 1.636 jiwa terdampak akibat genangan banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Ketinggian air saat ini mencapai +14 cm di ruas jalan desa dan 30–45 cm di dalam rumah warga, mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian fasilitas rumah tangga tidak dapat digunakan secara normal.
Banjir diduga merupakan banjir kiriman dari wilayah Pengaron yang telah berlangsung selama +10 hari dan semakin meningkat pada hari ini akibat curah hujan yang tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu warga setempat, Rizal, yang menyebutkan bahwa kondisi banjir terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.
Dampak banjir berkepanjangan menyebabkan fasilitas sanitasi, khususnya WC, tidak dapat difungsikan, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan di tengah masyarakat. Warga mulai mengalami keluhan kesehatan berupa gangguan lambung, batuk, dan pilek, dengan anak-anak menjadi kelompok paling rentan.

Adapun data kelompok rentan terdampak meliputi:
– Ibu hamil sebanyak 10 orang
– Balita dan anak-anak sebanyak 112 orang
– Lansia sebanyak 170 orang
Saat ini, kebutuhan bantuan mendesak yang diperlukan warga terdampak adalah makanan siap konsumsi dan obat-obatan, guna memenuhi kebutuhan dasar serta mencegah risiko kesehatan lanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, YBM PLN Banjarmasin bersama KSR PMI Unit STAI Al Falah hadir langsung di tengah masyarakat terdampak pada Rabu, 8 Januari 2025, untuk menyalurkan bantuan dan memberikan dukungan kepada warga.
Komandan KSR PMI STAI Al Falah Banjarbaru, Siti Asyifa Rahmah, menyampaikan harapannya agar kehadiran relawan dan bantuan yang disalurkan dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi warga terdampak.
“Kami berharap kehadiran kecil ini dapat menjadi kebahagiaan dan penguat bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Selain itu, kami juga berharap pemerintah kota dan pemerintah provinsi dapat segera melakukan *belanja masalah* secara menyeluruh, mengingat persoalan banjir ini merupakan permasalahan berulang yang hampir terjadi setiap tahun,” ujarnya.
Diharapkan adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah serta pihak terkait, baik dalam bentuk bantuan logistik, layanan kesehatan, maupun penanganan jangka panjang guna meminimalisir dampak banjir yang terus berulang di wilayah tersebut.



