REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Banjir yang melanda Perumahan Terrace Pelangi, Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru memaksa puluhan warga mengungsi ke Kantor Kelurahan setempat, Selasa (6/01/26).
Genangan air yang masuk ke rumah warga sejak sehari sebelumnya mencapai ketinggian lutut hingga pinggang orang dewasa.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga, terutama ibu-ibu, balita, dan anak-anak, dievakuasi ke posko pengungsian.
Lurah Landasan Ulin Timur, Amirullah menyampaikan, jumlah warga terdampak yang telah mengungsi mencapai puluhan jiwa.
“Ada 17 KK, berjumlah 48 orang, jadi yang mengungsi dari kemarin sudah satu malam di sini kebanyakan ibu-ibu, balita dan anak-anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian warga lainnya memilih bertahan di rumah meski masih dikepung banjir, khususnya kaum laki-laki, untuk menjaga harta benda sambil menunggu air surut.
Selain banjir di Terrace Pelangi, Amirullah menyebut kejadian serupa juga terjadi di wilayah lain di Kelurahan Landasan Ulin Timur beberapa hari sebelumnya.
“Ada di RW 4 RT 4, satu KK mengungsi di Kelurahan, yang enam lainnya ada yang di tempat anaknya dan juga ada menyewa rumah sendiri,” sebutnya.
Penanganan banjir dilakukan secara terpadu. BPBD Kota Banjarbaru melakukan evakuasi warga, sementara bantuan logistik berupa bahan makanan dan pakaian disalurkan oleh Dinas Sosial, TNI/Polri, serta sejumlah anggota dewan.
Sementara itu, salah satu pengungsi, Siti Jamilah mengaku, masih bertahan di posko karena kondisi rumahnya belum sepenuhnya aman untuk ditempati.
“Kemarin se lutut orang dewasa. Tapi dari pagi sampai tadi malam sudah mulai surut, sekarang gak tahu lagi, bisa pulang atau tidak,” ungkapnya.
Meski demimian, ia bersyukur seluruh barang berharga di rumahnya berhasil diselamatkan sebelum air semakin tinggi.
“Kasur, baju-baju, TV, semua selamat kalau barang-barang sempat aja ditaruh di dapur karena agak tinggi sedikit,” jelasnya.
Menurutnya, banjir yang memaksanya mengungsi bukanlah kejadian pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa serupa terus berulang.
“Sudah setiga kali ini. Kemarin kan 2021, sama Januari 2025 kemarin, sama ini. Tiga kali sudah banjir,” tutupnya.



