REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Volume sampah di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami peningkatan signifikan selama kegiatan Pengajian Rutin 5 Rajab.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Siranjoni menjelaskan, perhitungan kenaikan volume sampah dilakukan sejak dua hari sebelum hari pelaksanaan hingga dua hari setelah kegiatan berlangsung.


“DLH Kota Banjarbaru mencatat lonjakan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga menembus angka lebih dari 200 ton per hari,” terangnya.
Pada kondisi normal, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Banjarbaru berada di angka 165 ton per hari.
“Dua hari sebelum hari H, rata-rata sampah meningkat menjadi sekitar 200 ton per hari. Itu sudah terjadi kenaikan sekitar 35 ton,” ujarnya.
Lonjakan itu katanya kembali terjadi hingga H+2 pasca kegiatan, dimana volume sampah bahkan mencapai rata-rata 216 ton per hari.
“Kalau dihitung dari H-2 sampai H+2, total kenaikan volume sampah di Banjarbaru penambahannya sekitar 51 ton dibandingkan kondisi normal,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dan menangani lonjakan tersebut, DLH Banjarbaru telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.
Selain personel internal DLH, pihaknya dibantu oleh relawan dari sejumlah pesantren.
“Posko penanganan kami tempatkan di pool armada. Jumlah personel yang membantu sekitar 50 orang lebih, bahkan hampir 100 orang,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan volume sampah dipicu oleh bertambahnya jumlah pengunjung serta titik-titik keramaian selama perayaan, khususnya di kawasan Lapangan Dr Murjani Banjarbaru yang mengalami lonjakan pengunjung cukup drastis.
“Spot-spot kumpul bertambah, orangnya juga jauh lebih banyak. Biasanya tidak terlalu ramai, kemarin sampai membeludak. Itu yang jadi kendala utama kami,” katanya.
Meski demikian, Siranjoni menilai peningkatan sampah hanya terjadi signifikan di wilayah Kota Banjarbaru.
“Kami memperkirakan kenaikan di luar Banjarbaru hanya sekitar 25 persen,” tuturnya.
Demikian, ia mengimbau kepada masyarakat dan panitia kegiatan untuk lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah.
“Kalau sampah dikumpulkan dengan baik, tentu akan sangat membantu kami dalam proses penanganannya,” pungkasnya.



