REDAKSI8.COM, BANJAR — Genangan banjir yang belum sepenuhnya surut di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar tak menyurutkan langkah para relawan Muhammadiyah. Melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banjar terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak, Ahad (4/1/2026).
Sejak hari-hari awal bencana, relawan Muhammadiyah hadir di tengah masyarakat dengan membawa logistik, layanan dapur umum, hingga membuka posko bantuan. Aksi cepat dan terkoordinasi ini menjadi wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam merespons bencana secara berkelanjutan.
Ketua PDM Kabupaten Banjar, Hasbi Rivani, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para relawan yang bekerja tanpa lelah di lapangan. Menurutnya, kehadiran MDMC dan Lazismu bukan sekadar bantuan materi, melainkan representasi nilai kemanusiaan dan keberpihakan pada masyarakat yang terdampak musibah.
“Sebagai pimpinan, kami sangat mengapresiasi gerak cepat relawan MDMC dan Lazismu sebagai penghimpun serta penyalur donasi. Prinsip gerakan berkemajuan adalah menghadirkan kemaslahatan bagi semua, sebagaimana tagline Lazismu Memberi untuk Negeri,” ujar Hasbi.
Ia juga mengajak umat Islam dan masyarakat luas untuk turut ambil bagian membantu warga terdampak banjir dengan menyalurkan donasi melalui Lazismu Kabupaten Banjar, Kantor Layanan (KL) di tingkat cabang, maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Tak hanya menyalurkan bantuan, Muhammadiyah memastikan layanan kemanusiaan tetap berjalan selama dibutuhkan masyarakat. Posko banjir di SD Alam Muhammadiyah Martapura, Indrasari, serta dapur umum di Masjid At-Taqwa Martapura Timur, dipastikan terus beroperasi selama banjir masih berdampak pada kehidupan warga.
“Posko dan dapur umum akan tetap berjalan selama masyarakat masih membutuhkan. Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab sosial dan keimanan,” tegas Hasbi.
Di akhir keterangannya, Hasbi memberikan pesan khusus kepada para relawan yang berada di garis depan penanganan bencana. Ia mengingatkan pentingnya menjaga stamina, kesehatan, dan keselamatan diri, sekaligus terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah agar penyaluran bantuan semakin efektif dan tepat sasaran.
Meski banjir belum sepenuhnya surut, kepedulian yang terus mengalir dari relawan dan masyarakat menjadi sumber kekuatan tersendiri. Di tengah keterbatasan, solidaritas dan semangat gotong royong menumbuhkan harapan bagi warga Banjar untuk bangkit dan pulih bersama.



